Ilmu Tak Ada Habisnya Perjalanan Pengetahuan Tak Berujung
proclinicperditadipeso-Ilmu pengetahuan adalah samudra luas tanpa tepi. Semakin dalam kita menyelam, semakin banyak misteri yang terungkap,seperti kata filsuf Karl Popper: “Pengetahuan kita hanya terbatas, sementara ketidaktahuan kita pasti tak terbatas.
Pernyataan ini mencerminkan esensi ilmu—bukan akhir, melainkan proses abadi pencarian kebenaran.
Sejarah Membuktikan: Setiap Penemuan Membuka Pintu Baru
Sejak zaman kuno, manusia terus bertanya “mengapa” dan “bagaimana”. Di Mesopotamia dan Mesir kuno, astronomi lahir dari pengamatan bintang untuk kalender pertanian. Yunani seperti Aristoteles
tapi model geosentrisnya bertahan ribuan tahun hingga Copernicus dan Galileo membuktikan Bumi mengorbit Matahari. Revolusi ini bukan akhir—malah memicu Newton dengan gravitasi, lalu Einstein dengan relativitas yang merevolusi pemahaman ruang-waktu.
Pada abad ke-20, fisika kuantum muncul. Max Planck, Niels Bohr, dan Werner Heisenberg menemukan dunia partikel subatomik tak deterministik.
tapi kini jadi dasar komputasi kuantum. Setiap teori baru bukan menutup bab, tapi membuka yang lebih kompleks—like dark matter dan dark energy yang menyusun 95% alam semesta, tapi masih misteri.
Vannevar Bush dalam “Science, the Endless Frontier” (1945) menyatakan ilmu adalah frontier tak berujung. Laporannya mendorong pendanaan riset pasca-Perang Dunia II, lahirkan NSF dan kemajuan seperti internet, GPS, dan vaksin mRNA.
Alam Semesta yang Tak Terbatas: Simbol Ketidaktahuan Kita
Alam semesta mengembang dengan kecepatan semakin cepat, didorong dark energy. Diameter observable 93 miliar tahun cahaya,
Di skala kecil, partikel elementer seperti Higgs boson (ditemukan 2012) buka pertanyaan baru tentang multiverse atau string theory. Ilmu tak habis karena setiap jawaban lahirkan sepuluh pertanyaan baru.