Kita Hidup di Masa Paling Aman Sepanjang Sejarah
proclinicperditadipeso-Kita hidup di masa paling aman sepanjang sejarah manusia. Meskipun berita harian penuh konflik, terorisme, dan kejahatan, data historis menunjukkan penurunan dramatis kekerasan dalam segala bentuk: pembunuhan, perang, genosida, hingga kekerasan domestik Psikolog Steven Pinker dalam bukunya The Better Angels of Our Nature (2011) menyajikan bukti bahwa abad ke-21 adalah era paling damai.
Penurunan Kekerasan Pembunuhan (Homicide)
Tingkat pembunuhan di Eropa Barat turun drastis sejak Abad Pertengahan. Pada abad ke-14, tingkat homicide di Inggris mencapai 100 per 100.000 penduduk; kini kurang dari 1.
Secara global, tingkat homicide turun dari 6,9 per 100.000 pada 2000 menjadi 5,2 pada 2023 (data World Bank). Di masyarakat prasejarah dan suku non-negara, hingga 15-60% kematian akibat kekerasan; kini jauh lebih rendah.
Penurunan Kematian Akibat Perang
Kematian perang per 100.000 penduduk menurun tajam. Pada abad ke-20, meski ada Perang Dunia, proporsi kematian perang hanya 0,7% populasi global.
Sejak akhir Perang Dingin, perang saudara dan genosida turun 90%. Pada 2019, sekitar 80.000 kematian akibat konflik global—kurang dari 0,001% populasi dunia.
Alasan Penurunan Kekerasan
Pinker mengidentifikasi faktor seperti:
- Pembentukan negara modern dengan monopoli kekerasan (polisi dan pengadilan).
- Perdagangan dan globalisasi yang buat perang tidak menguntungkan.
- Peningkatan literasi dan empati melalui pendidikan serta media.
- Nilai Pencerahan (reason, science, humanism) yang promosikan hak asasi manusia.
Norbert Elias sebut ini “Civilizing Process”: norma sosial menekan impuls kekerasan.