Kamu Tidak Bisa Bersin Sambil Membuka Mata? Mari Bedah Mitos
proclinicperditadipeso-Bersin (sternutation dalam istilah medis) adalah refleks protektif tubuh yang sangat kuat.
Ketika ada iritan,(debu, serbuk sari, virus, atau benda asing) yang mengganggu selaput lendir di hidung, reseptor saraf trigeminal (saraf kranial V)mengirim sinyal ke batang otak.Otak kemudian mengoordinasikan serangkaian kontraksi otot secara simultan:
- Tarik napas dalam-dalam (inhalasi besar)
- Tekanan di dada dan perut meningkat drastis (kompresi)
- Glotis (celah pita suara) menutup sementara
-
Pelepasan udara eksplosif melalui hidung dan mulut dengan kecepatan hingga 160 km/jam
Selama proses ini, hampir semua orang secara otomatis menutup mata tepat sebelum “hachiu!” keluar.
Ini adalah refleks autonom (involuntary reflex), mirip seperti lutut yang terangkat saat dokter memukul tendon patela.
Ini adalah refleks autonom (involuntary reflex), mirip seperti lutut yang terangkat saat dokter memukul tendon patela.
Teori Ilmiah di Balik Penutupan Mata Saat Bersin
Para ilmuwan belum punya satu jawaban final yang 100% pasti, tapi ada beberapa hipotesis yang paling kuat:
- Mekanisme Proteksi dari Partikel
Saat bersin, tubuh mengeluarkan jutaan droplet yang mengandung iritan, bakteri, atau virus. Menutup mata secara otomatis mencegah partikel-partikel itu masuk kembali ke mata dan mengiritasi kornea atau konjungtiva.Dr. David Huston (allergist dari Texas A&M College of Medicine) menyebut ini sebagai mekanisme perlindungan evolusioner: “Dengan menutup kelopak mata, lebih banyak iritan bisa dicegah masuk dan memperparah mata.”