Close

Para Saintis Bertanya Adakah kehidupan Di Luar Angkasa?

Para Saintis Bertanya Adakah kehidupan Di Luar Angkasa?
  • PublishedNovember 22, 2025

Pertanyaan yang ada di benak Banyak astronom sekarang adalah: kapan kita akan menemukannya?

proclinicperditadipeso-Banyak astronom optimistis bisa mendeteksi tanda-tanda kehidupan di dunia yang jauh tersebut – mungkin dalam beberapa tahun mendatang.

Kita hidup di alam semesta yang tak terbatas, dengan bintang dan planet yang tak terbatas.

Sudah jelas bahwa kita bukanlah satu-satunya makhluk cerdas di luar sana,
Kita sekarang memiliki teknologi dan kemampuan untuk menjawab pertanyaan apakah kita sendirian di alam semesta.

Zona Goldilocks

Kini teleskop dapat menganalisa atmosfer planet-planet yang mengelilingi bintang-bintang jauh
Sekilas tentang penemuan seperti itu terjadi pada awal bulan ini.

Kemungkinan tanda adanya gas, di Bumi,
dihasilkan oleh organisme laut yang terdeteksi di atmosfer sebuah planet bernama K2-18b, yang berjarak 120 tahun cahaya.Planet tersebut berada dalam apa yang oleh para astronom disebut sebagai ‘zona Goldilocks,jarak yang pas antar bintang-bintang di sekelilingnya agar suhu permukaan tidak terlalu panas atau terlalu dingin

sehingga terdapat air dalam bentuk cair yang sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kehidupan.

Tim astronom berharap bisa mengetahui dalam waktu satu tahun untuk memastikan petunjuk menggiurkan itu terkonfirmasi atau lenyap.
Astronomi di Universitas Cambridge yang memimpin penelitian tersebut.
secara radikal akan mengubah cara berpikir kita tentang pencarian kehidupan

Jika kita menemukan tanda-tanda kehidupan di planet pertama yang kita pelajari,meningkatkan kemungkinan bahwa kehidupan adalah hal biasa di alam semesta.
Dia memperkirakan dalam waktu lima tahun akan terjadi
transformasi besar” dalam pemahaman kita tentang kehidupan di alam semesta.

Jika timnya tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di K2-18b, mereka memiliki 10 planet Goldilock lagi dalam daftar untuk dipelajari.
memberikan wawasan penting mengenai kemungkinan adanya kehidupan di planet seperti itu
Proyek Prof Nikku hanya satu dari banyak proyek yang sedang berjalan atau direncanakan di tahun-tahun mendatang untuk mencari tanda-tanda kehidupan di alam semesta.

Ada yang mencari planet-planet di tata surya kita, ada pula yang mencari lebih jauh, ke luar angkasa.
Akan tetapi, sekuat apapun Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA, dia memiliki keterbatasan.
Ukuran Bumi dan kedekatannya dengan Matahari memungkinkan teleskop untuk mendukung kehidupan.

Artinya, HWO akan bisa melihat dan mengambil sampel atmosfer planet yang mirip dengan planet kita.

Mencari di dekat ‘rumah’

Ketika beberapa orang mencari ke planet yang jauh, yang lain membatasi pencarian mereka hanya pada halaman belakang rumah, ke planet-planet di tata surya kita.
Rumah yang paling mungkin untuk kehidupan adalah salah satu bulan es Jupiter, Europa.
Bulan es ini adalah dunia yang indah dengan retakan di permukaannya yang terlihat seperti belang harimau.

Misi Clipper milik NASA dan Jupiter Icy Moons Explorer (Juice) milik Badan Antariksa Eropa (ESA) keduanya akan tiba di sana pada awal tahun 2030-an.

saya bertanya kepada Prof Michelle Dougherty, ilmuwan utama misi Eropa, apakah menurutnya ada peluang untuk menemukan kehidupan.Akan mengejutkan jika tidak ada kehidupan di salah satu bulan es Jupiter.
Akan mengejutkan jika tidak ada kehidupan di salah satu bulan es Jupiter.
NASA juga mengirimkan pesawat luar angkasa bernama Dragonfly untuk mendarat di salah satu bulan Saturnus,

Mungkinkah alien mencoba menghubungi kita?

Beberapa ilmuwan menganggap pertanyaan ini hanya sekadar fiksi ilmiah dan merupakan hal yang mustahil,

Akan tetapi kemampuan teleskop, seperti JWST, untuk mengidentifikasi tempat yang paling mungkin terdapat peradaban alien membuat Seti bisa memfokuskan pencariannya.Seluruh ruang adalah tempat yang luas untuk dilihat, sehingga pencarian alien dilakukan secara acak hingga kini.namun pencarian sinyal radio dari dunia asing sudah berlangsung selama beberapa dekade, tidak terkecuali oleh lembaga Search for Extra Terrestrial Intelligence (SETI).Hal ini telah memberikan dorongan baru, menurut Direktur Pusat Studi Kehidupan di Alam Semesta Carl Sagan di Seti.Institut ini telah memodernisasi susunan teleskopnya dan sekarang menggunakan instrumen untuk mencari komunikasi dari gelombang laser yang kuat dari planet yang jauh.Sebagai ahli astrobiologi berkualifikasi tinggi, Dr Cabrol memahami mengapa beberapa ilmuwan skeptis terhadap pencarian sinyal yang dilakukan Seti.kimia dari atmosfer yang jauh, hasil pengamatan yang menarik dari bulan, dan bahkan mikrofosil dari Mars, semuanya terbuka untuk ditafsirkan,

Mencari sinyal “mungkin tampak sebagai pendekatan yang paling tidak masuk akal dari semua pendekatan yang ada untuk menemukan tanda-tanda kehidupan.
Tetapi juga merupakan pendekatan yang paling jelas dan bisa terjadi kapan saj”Bayangkan kita memiliki tanda-tanda yang benar-benar bisa kita pahami”

Tiga puluh tahun yang lalu, kita tidak memiliki bukti adanya planet yang mengorbit bintang lain,

Semua elemen bersiap untuk menemukan yang lebih besar dari sekadar terobosan ilmiah yang luar biasa, menurut Dr Subhajit Sarker dari Universitas Cardiff, yang merupakan anggota tim yang mempelajari K2-18b.Kini lebih dari 5.000 planet telah ditemukan, yang bisa dipelajari oleh para astronom dan ahli astrobiologi dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.

NARA SUMBER :    Prof.Dr.Jarot, S.E.,M.Si.n
PENERBIT :    Rayen Nasution, S.E,M.Pd.
EDITOR :    Mansyur Hrp,S.E.M.Pd.      

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *