Apa Arti Menjadi Manusia?
proclinicperditadipeso-Menjadi manusia bukan sekadar memiliki tubuh biologis, berjalan tegak, atau memiliki otak yang kompleks.Pertanyaan tentang “apa arti menjadi manusia” mengajak kita menyelami dimensi,jauh lebih dalam: kesadaran, pilihan, penderitaan, cinta, moralitas, dan pencarian makna di tengah keberadaan yang fana.
kemampuan kognitif manusia dalam banyak bidang, pertanyaan ini justru semakin mendesak.
Apa yang membuat kita tetap “manusia” ketika mesin bisa menulis puisi, mendiagnosis penyakit,
Kesadaran dan Kemampuan Merefleksikan Diri
Salah satu ciri paling mendasar menjadi manusia adalah kesadaran diri (self-awareness). Kita tidak hanya tahu, kita tahu bahwa kita tahu.
Kita bisa melihat diri kita dari luar, menilai tindakan kita, merasa malu, bangga, menyesal, atau berharap menjadi lebih baik.
Filsuf René Descartes terkenal dengan pernyataannya: “Cogito, ergo sum” — Aku berpikir, maka aku ada. Pemikiran ini menjadi titik awal kepastian di tengah keraguan metodis.
Kemampuan ini membedakan kita dari makhluk lain yang mungkin memiliki kesadaran tapi tidak memiliki kesadaran tentang kesadaran itu sendiri.
Kebebasan Memilih dan Tanggung Jawab Moral
Menjadi manusia berarti memiliki kebebasan untuk memilih, dan oleh karena itu memiliki tanggung jawab atas pilihan tersebut.
Jean-Paul Sartre menyatakan bahwa manusia “dikondisikan untuk bebas”. Kita tidak punya esensi yang telah ditentukan sebelumnya