Musik Bisa Mengubah Rasa Makanan
proclinicperditadipeso=Pernahkah kamu mencoba makan cokelat sambil mendengarkan musik yang berbeda? Atau minum kopi hitam sambil memutar lagu-lagu upbeat?
Jika belum, coba sekarang. Kamu mungkin terkejut: rasa yang sama tiba-tiba terasa lebih manis, lebih pahit, atau bahkan lebih segar hanya karena soundtrack yang mengalun di telinga.
Ini bukan trik sulap atau imajinasi semata.
Ini adalah fakta ilmiah yang sudah diteliti selama lebih dari satu dekade: musik benar-benar bisa
Ini adalah fakta ilmiah yang sudah diteliti selama lebih dari satu dekade: musik benar-benar bisa
Mengapa Musik Bisa “Mengubah” Rasa?
Rasa yang kita rasakan bukan hanya dari lidah.
Otak kita adalah mesin multisensori yang terus-menerus mengintegrasikan semua input ini untuk menciptakan pengalaman “rasa” yang utuh.
Ketika musik masuk, ia memengaruhi tiga hal utama:
- Crossmodal Correspondence
Otak kita punya asosiasi bawaan antara suara dan rasa.
- Suara tinggi (high-pitched) → terkait dengan manis (sweet) dan asam (sour)
- Suara rendah (low-pitched) → terkait dengan pahit (bitter)
- Suara staccato (putus-putus) → terkait dengan renyah/crunchy
- Suara legato (mengalir halus) → terkait dengan creamy/lembut
Asosiasi ini konsisten lintas budaya, bahkan pada anak kecil. -
Attention Capture
Suara tertentu bisa “menarik perhatian” otak ke elemen rasa tertentu.
Contoh: musik tinggi membuat kita lebih peka terhadap rasa manis dalam makanan yang kompleks.