Close

Pelangi Terbentuk dari Pembiasan, Pemantulan

Pelangi Terbentuk dari Pembiasan, Pemantulan
  • PublishedDesember 24, 2025

proclinicperditadipeso-Pelangi merupakan salah satu fenomena optik alam yang paling indah dan mempesona. Busur warna-warni yang melengkung di langit ini sering muncul setelah hujan,Matahari bersinar dari arah berlawanan. Pelangi terbentuk akibat interaksi cahaya Matahari dengan tetesan air di atmosfer,

Proses ini menghasilkan spektrum warna yang terpisah: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Pengertian Dasar Pelangi dan Kondisi Terjadinya

Pelangi adalah busur spektrum cahaya yang terlihat ketika cahaya Matahari dibiaskan, dipantulkan, dan didispersikan oleh tetesan air bulat di udara.

ondisi ideal untuk munculnya pelangi adalah saat hujan ringan atau gerimis dengan Matahari bersinar rendah di belakang pengamat (sudut elevasi Matahari kurang dari 42°).

Pengamat harus berada di antara Matahari dan tetesan air, sehingga pelangi selalu muncul di arah berlawanan dengan Matahari.

Pelangi bukan objek fisik, melainkan fenomena optik yang posisinya relatif terhadap posisi pengamat. Itulah mengapa setiap orang melihat pelangi yang “berbeda”.

Bentuknya melengkung karena cahaya keluar dari tetesan air pada sudut tertentu, membentuk kerucut cahaya.
Fakta Unik Warna-warni Pelangi - Semua Halaman - BoboProses Terjadinya Pelangi, Jenis Pelangi, & Mitos Pelangi – Gramedia  Literasi
Mekanisme Pembentukan Pelangi: Proses Optik Langkah demi Langkah

Pembentukan pelangi melibatkan tiga proses utama pada tetesan air yang berfungsi seperti prisma kecil:

  1. Pembiasan Cahaya Saat Masuk Tetesan Air: Cahaya Matahari (cahaya putih) memasuki tetesan air dari udara. Karena indeks bias air (sekitar 1,33) lebih tinggi daripada udara (1), cahaya membelok mendekati garis normal sesuai Hukum Snellius: n₁ sin i = n₂ sin r.
  2. Dispersi Cahaya: Cahaya putih terdiri dari berbagai panjang gelombang. Indeks bias air berbeda untuk setiap warna (merah paling kecil, ungu paling besar), sehingga cahaya terpisah menjadi spektrum. Merah membelok paling sedikit, ungu paling banyak.
  3. Pemantulan Internal: Cahaya yang telah didispersikan memantul sekali di permukaan dalam tetesan air (pemantulan total internal jika sudut datang cukup besar).
  4. Pembiasan Kembali Saat Keluar: Cahaya keluar tetesan dengan pembiasan lagi, semakin memisahkan warna.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *