Close

Pentingnya Menjaga Lingkungan Alam di Tengah Perubahan Iklim

Pentingnya Menjaga Lingkungan Alam di Tengah Perubahan Iklim
  • PublishedNovember 30, 2025

proclinicperditadipeso-Lingkungan alam adalah rumah bersama kita. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, tanah tempat kita menanam pangan,serta hutan, sungai, dan laut yang menyokong kehidupan seluruh makhluk hidup, semuanya saling terhubung.

lingkungan alam sedang menghadapi ancaman serius akibat ulah manusia: deforestasi, polusi, pemanasan global, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Kondisi Lingkungan Alam Indonesia Saat Ini (2025)Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia, terumbu karang terbesar, dan ribuan spesies endemik. Sayangnya:

  • Lebih dari 1,7 juta hektare hutan primer hilang setiap tahunnya (data Global Forest Watch 2024–2025).
  • Kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan masih sering terjadi, melepaskan karbon dalam jumlah besar.
  • Sampah plastik di laut Indonesia mencapai 0,27–0,59 juta ton per tahun yang masuk ke samudra (Jambeck et al., update 2024).
  • Suhu rata-rata di Indonesia meningkat sekitar 0,9 °C sejak era pra-industri, menyebabkan gelombang panas, banjir bandang, dan kekeringan yang semakin sering.

 

Dampak Nyata bagi Kehidupan Sehari-hari

  1. Kesehatan — Polusi udara di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya sering melebihi ambang batas WHO. Penyakit pernapasan (ISPA) menjadi penyebab kematian nomor satu pada anak-anak.
  2. Pangan — Perubahan cuaca ekstrem mengganggu musim tanam, menyebabkan gagal panen dan harga beras serta pangan pokok lainnya melonjak.
  3. Bencana Alam — Banjir Jakarta, longsor di Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta abrasi pantai di utara Jawa semakin parah karena kerusakan ekosistem mangrove dan daerah tangkapan air.
  4. Kehilangan Spesies — Orangutan, badak Jawa, harimau Sumatra, dan ratusan spesies burung serta tumbuhan terus terdesak karena hilangnya habitat.
Harapan ke DepanIndonesia telah menetapkan target Net Zero Emission 2060 dan FOLU Net Sink 2030. Banyak anak muda yang aktif melalui gerakan #YouthForClimate, #ThereIsNoEarthB, dan komunitas lokal. Teknologi hijau seperti panel surya murah, kendaraan listrik, dan aplikasi daur ulang juga semakin terjangkau.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *