Close

Tertawa Menular Fenomena yang Menyatukan Manusia

Tertawa Menular Fenomena yang Menyatukan Manusia
  • PublishedDesember 21, 2025

proclinicperditadipeso-Tertawa adalah salah satu ekspresi emosi paling universal di dunia. Siapa pun pernah mengalaminya mendengar seseorang tertawa,

tapi juga membawa manfaat kesehatan luar biasa, dari menguatkan ikatan sosial hingga meningkatkan sistem imun.

Mengapa Tertawa Begitu Menular? Mekanisme Otak di Baliknya

Secara ilmiah, tertawa menular terjadi karena mirror neurons (neuron cermin) di otak kita. Neuron ini aktif saat kita melakukan sesuatu, maupun saat melihat orang lain melakukannya.menggunakan fMRI menunjukkan bahwa suara tertawa mengaktifkan area premotor korteks, yang mengendalikan gerakan wajah—sehingga kita secara otomatis tersenyum atau tertawa.

Penelitian Robert Provine, pionir studi tertawa, menemukan bahwa tertawa jarang karena lelucon—kebanyakan terjadi dalam interaksi sosial biasa.Tertawa 30 kali lebih mungkin saat bersama orang lain daripada sendirian. Provine menyebutnya “vokalisasi sosial” yang kuat menular, mirip yawn contagion.

Studi lain dari Finlandia dan Oxford (2017) menemukan bahwa tertawa sosial melepaskan endorphin (opioid alami) di otak, menciptakan euforia dan memperkuat ikatan. Semakin banyak reseptor opioid, semakin rentan seseorang terhadap tertawa menular. Ini menjelaskan mengapa tertawa di kelompok besar (seperti comedy show) begitu eksplosif.

Asal Usul Evolusi: Tertawa sebagai Alat Bertahan Hidup

tertawa menular adalah adaptasi untuk memperkuat kelompok. Robin Dunbar dari Oxford University mengusulkan Studi pada simpanse menunjukkan tertawa menular serupa: saat satu tertawa bermain, yang lain ikut—memperkuat kohesi sosial.Di masyarakat modern, tertawa menular membantu mengurangi konflik dan membangun kepercayaan. Dalam situasi stres seperti ruang gawat darurat,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *