Close

Tubuh Memperbaiki Dirinya Saat Tidur

Tubuh Memperbaiki Dirinya Saat Tidur
  • PublishedDesember 28, 2025

proclinicperditadipeso-perbaikan sel, penguatan sistem kekebalan tubuh, konsolidasi memori, dan pelepasan hormon pertumbuhan.Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan waktu aktif bagi tubuh untuk memulihkan diri dari keausan harian.

Tahapan Tidur dan Peranannya dalam Perbaikan

Tidur terbagi menjadi dua jenis utama: non-REM (NREM) dan REM (Rapid Eye Movement). Siklus ini berulang 4-6 kali per malam, masing-masing memakan waktu sekitar 90 menit.

  • Non-REM tahap 1-3: Tidur ringan hingga dalam (slow-wave sleep). Di tahap dalam, gelombang delta dominan, tubuh rileks total, detak jantung dan pernapasan melambat.
    • REM: Mirip bangun, otak aktif, mimpi terjadi. Di sini, perbaikan mental dominan.

    Slow-wave sleep paling krusial untuk perbaikan fisik, sementara REM untuk otak.

Perbaikan Sistem Kekebalan Tubuh

Selama tidur dalam, tubuh produksi sitokin (protein pemberi sinyal inflamasi) dan sel T (pembunuh infeksi) meningkat. Kurang tidur menurunkan produksi ini, membuat rentan terhadap penyakit.

Studi menunjukkan orang tidur kurang dari 7 jam lebih mudah terserang flu. Tidur juga membantu vaksin bekerja lebih baik karena antibodi terbentuk optimal saat istirahat.

Perbaikan Otot dan Jaringan

Tidur dalam memicu pelepasan hormon pertumbuhan manusia (HGH) dari kelenjar pituitari. HGH merangsang perbaikan otot, tulang, dan jaringan lain. Atlet yang tidur cukup pulih lebih cepat dari latihan.

Protein sintesis meningkat, sel rusak diganti. Tanpa tidur cukup, pemulihan lambat, risiko cedera naik.

Konsolidasi Memori dan Perbaikan Otak

Otak “membersihkan” dirinya melalui sistem glymphatic, yang aktif selama tidur dalam. Cairan serebrospinal membersihkan limbah seperti protein beta-amyloid (penyebab Alzheimer).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *