Wombat Menghasilkan Kotoran Berbentuk Kubus
proclinicperditadipeso-Di antara semua hewan di dunia, hanya satu spesies yang secara alami menghasilkan kotoran berbentuk kubus sempurna: wombat (khususnya bare-nosed wombat atau Vombatus ursinus).
Siapa Wombat Sebenarnya?
Wombat adalah marsupial endemik Australia, kerabat dekat koala tapi dengan gaya hidup yang sangat berbeda.
Mereka adalah hewan nokturnal (aktif malam hari), herbivora, dan penggali liang yang sangat kuat.
Tubuhnya pendek, kaki pendek, berat 20–35 kg,
Tubuhnya pendek, kaki pendek, berat 20–35 kg,
Wombat hidup di habitat berbukit dan berbatu di Australia tenggara, Tasmania, dan beberapa pulau.
Mereka sangat teritorial, dan seperti banyak hewan, menggunakan kotoran untuk menandai wilayah.
Mereka sangat teritorial, dan seperti banyak hewan, menggunakan kotoran untuk menandai wilayah.
Mengapa Kubus? Fungsi Evolusioner
Para peneliti percaya bentuk kubus ini bukan kebetulan, melainkan adaptasi evolusi yang sangat cerdas.
Wombat sering menumpuk kotoran di tempat-tempat strategis: atas batu besar, batang pohon tumbang, atau bukit kecil — landmark alami di lanskap berbukit mereka.
Ini membuat tanda wilayah lebih terlihat dan tahan lama, membantu komunikasi antar wombat melalui bau (scent marking) tanpa perlu bertarung langsung.
Studi terbaru dari University of Georgia (2025) menegaskan: wombat menggunakan “latrine” (tempat buang air bersama) di sekitar landmark untuk berbagi informasi, dan bentuk kubus memastikan kotoran tetap di posisi semula.
Bagaimana Kubus Terbentuk? Bukan dari Anus Kotak!
- Usus wombat sangat panjang (sekitar 10 meter atau 10 kali panjang tubuhnya).
- Proses pencernaan lambat: 14–18 hari untuk mencerna makanan, sehingga kotoran menjadi sangat kering (1/3 lebih kering daripada kotoran manusia).
- Di bagian akhir usus, dinding usus punya variasi kekakuan (stiffness): ada dua daerah kaku (tebal) dan dua daerah lentur (tipis), membentuk pola “kaku-lentur-kaku-lentur” mengelilingi keliling usus.
- Saat usus berkontraksi (peristaltik) selama berhari-hari, daerah kaku menekan lebih kuat dan cepat, membentuk sudut tajam, sementara daerah lentur membentuk sisi rata.
- Hasil akhir: kotoran yang semula seperti cairan menjadi padat, lalu “dipahat” menjadi kubus sempurna.